Senin, 22 Mei 2017

19 Apr 2017 Day 2 : Around Shinjuku Station

Akhirnya jam 8.15 Linda tiba dengan selamat di bandara Haneda Tokyo....dan perjalanan kami siap dimulai 😀
#LadiesTraveller : Syenny, Linda, Mariska, Chicha (ki-ka)

Masing - masing kami membawa 1 koper ukuran 28". Koper kami gede - gede ya....? Iya, ssssttttttt....masih ada koper lagi didalamnya 😁 istilah kami, kopernya akan beranak, semoga gak bercucu hihihi....
Kami tipe traveller semi backpacker, gak mau susah - susah amat juga, karena kami mau menikmati perjalanan dan liburan kami bersama.

Tujuan pertama kami adalah menuju Shinjuku station, disana kami akan menitipkan koper - koper kami dalam koin loker yang ada disana, kemudian membeli beberapa tiket untuk ke Hakone dan Alpine Route dan setelahnya baru meng-explore beberapa tempat di Tokyo. 

Kenapa kami tidak menuju tempat menginap kami dulu ? Selama 4 hari kedepan, kami akan tinggal di apartemen di area Shinjuku, cuma ketentuan waktu check-in   baru mulai jam 16.00 dan kami sudah coba meminta kepada pemilik apartemen agar kami bisa menitipkan koper2 kami dulu di apartemen, tetapi ditolak dengan alasan masih ada penyewa sebelum kami, juga apartemen masih harus dibersihkan sebelum kami tiba dan kami disarankan untuk menitipkan koper - koper kami di koin loker yang berada di stasiun Shinjuku. 

Ada beberapa pilihan moda transportasi dari Bandara Haneda menuju pusat kota Tokyo mulai dari Airport Limousine Bus, Monorail, Keikyu Line maupun Taxi. Kami menggunakan Keikyu Line karena Tokyo Subway Pass yang kami beli sudah termasuk Keikyu Line one way. 

Pilihan transportasi menuju pusat kota Tokyo
Kami mulai menarik koper masing - masing menuju Haneda Subway station yang berada dilantai bawah. Dari Haneda airport kami menggunakan Keikyu Line yang menuju Sengakuji st, kemudian lanjut Daimon st sampai ke Shinjuku st. Di stasiun Sengakuji, Tokyo Subway Pass 72 hours kami sudah mulai diaktifkan dan perjalanan ini membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Ada beberapa aplikasi android selain google maps yang sangat membantu kami dalam perjalanan ini, akan saya share berikutnya.


Kami pun tiba di stasiun Shinjuku, berdasarkan catatan dari Wikipedia yang kami baca, ini adalah stasiun tersibuk di dunia berdasarkan banyaknya penumpang. Wah...ternyata benar....lautan manusia yang mondar - mandir tiada henti dan semuanya berjalan dengan sangat cepat, membuat kami bengong sesaat dan tersadar...."Hello.....kalian sudah di Tokyo sekarang !!! Ini sudah bukan Makassar, Surabaya atau Kupang" Perasaan gembira dan cemas beraduk - aduk...hehehe 😆 


Koin Loker
Tujuan kami sudah tercapai yaitu sampai di Shinjuku st, target berikutnya adalah mencari koin loker untuk menitipkan koper - koper kami. Beberapa sudut kami kelilingi, yang ada hanya loker berukuran kecil, sampai akhirnya kami menemukan juga beberapa koin loker dengan ukuran besar. 

Ada 3 tipe ukuran loker : kecil (¥300/hari), sedang (¥400/hari) dan besar (¥500 - 600 /hari) dengan masa penyimpanan maksimal 3 hari, lebih dari 3 hari barang akan dikeluarkan dari loker dan akan disimpan di gudang atau bagian keamanan loker. Pembayaran bisa menggunakan uang tunai atau pun dengan kartu Pasmo/Suica. Jika bayar menggunakan koin, maka kamu akan mendapatkan PIN untuk membukanya kembali. Sedangkan jika menggunakan SUICA / PASMO, tinggal langsung tap saja ke mesinnya.

Shinjuku Coin Locker

Semangat ladies.....:-)

Fuji Hakone Pass
Koper beres....selanjutnya kami melanjutkan perjalanan untuk membeli Fuji Hakone Pass yang juga berada disekitar area Shinjuku, yaitu Odakyu Sightseeing Service Center. Fuji Hakone Pass adalah tiket diskon untuk naik kereta yang diterbitkan mulai 1 April 2016. Adanya Pass ini dapat digunakan mengunjungi tempat - tempat wisata sekitar gunung Fuji dan Hakone dari Tokyo. Secara garis besar, pass ini mengcover area Hakone, Gotemba dan Gunung Fuji. Ada 2 tipe Fuji Hakone Pass tergantung keberangkatannya  :
  1. Keberangkatan dari Shinjuku : ¥8000 / orang 
  2. Keberangkatan dari Odawara : ¥5650 / orang
Kami membeli Fuji Hakone Pass dengan keberangkatan dari Shinjuku dengan masa pemakaian pass ini 3 hari dari tanggal diaktifkan. Pass ini akan kami aktifkan mulai tanggal 22 April 2017 karena kami akan menginap semalam di Hakone.

Tateyama Kurobe Option Ticket
Dari kantor Odakyu Sightseeing Service Center kami menyeberang jalan menuju kantor JR Travel untuk membeli tiket Tateyama Kurobe Alpine Route. Ini adalah salah satu destinasi impian kami, karena kami akan melihat maha karya keagungan Tuhan yaitu Snow Wall / Snow Corridor Tateyama atau dinding salju tinggi di Gunung Tateyama, dimana kita bisa berjalan diantara tembok salju yang ketinggiannya bisa mencapai 20m. Rute ini menembus pegunungan dan di ketinggian 2500 meter yang menghubungkan 2 kota yaitu Tateyama di Prefektur Toyama dan Shinano-Omachi di Prefektur Nagano. Harga tiketnya juga tidak murah yaitu ¥9000 / orang / one way namun harga ini sudah menghemat ¥3090 dari harga tiap transportasi yang digunakan dengan total ¥12.090.

Depan kantor JR Shinjuku Station

Hokuriku Arch Pass
Kami juga mengaktifkan JR Hokuriku Pass yang dibeli dari Indonesia seharga ¥24.000 mulai tanggal 21 April 2017 untuk keberangkatan kami ke Tateyama Kurobe Alpine Route. Seandainya Pass ini kami beli di Jepang, harganya lebih mahal yaitu ¥25.000 dan pass ini berlaku selama 7 hari dari tanggal pemakaian pertama kali. 

Kami memutuskan membeli Hokuriku Arch Pass dengan beberapa pertimbangan:
  1. Kami akan mengunjungi pegunungan Tateyama dari Tokyo menggunakan shinkansen dan jalur yang dilewati yaitu Nagano dan Toyama dicover oleh pass ini.
  2. Kami juga akan mengunjungi Kyoto dan Osaka, jalur ini juga dilewati oleh pass ini.
  3. Harga Hokuriku Arch Pass ini jauh lebih murah dari harga tiket JR Pass ¥29.000 yang lebih banyak dikenal oleh para traveller.
  4. Untuk melewati kota - kota yang kami tuju, biayanya jauh lebih hemat dengan menggunakan pass ini alias bisa balik modal :-)
Hokuriku Arch Pass

Yeahhhh.....semua tiket sudah terbeli dan waktunya makan siang..... 


#LadiesTraveller

19 Apr 2017 Day 2 : Tokyo Transportation Pass

Masih lanjut cerita seputar bandara Haneda....😉

Masih sejam menunggu kedatangan pesawat Linda, saya sebagai team leader meng-collect uang dari teman-teman untuk membeli transpotation card.   Berdasarkan hasil browsing sana - sini perkiraan bahwa biaya transportasi kami selama 10 hari di Jepang akan menghabiskan biaya 35.000 yen per orang. ( ¥35.000 x kurs 120 = Rp.4.200.000,- ) cukup besar ya....😐 iya....karena Jepang adalah negara dengan biaya transportasi yang tinggi, bahkan pemerintah Jepang pun mengakui hal tersebut, tetapi bagi para turis banyak kemudahan diberikan dalam bentuk pemberian diskon untuk transportation card.

Pasmo Card
Saya menuju mesin pembelian Pasmo Card, ini bukan transportation card tetapi kartu prabayar yang dapat diisi ulang sebagai pengganti uang elektronik untuk membayar bus, taksi , berbelanja di Mall, membeli makanan atau minuman di toko, kios atau mesin otomatis yang ada di stasiun. Selain itu juga bisa digunakan untuk membayar koin loker yang ada di dalam stasiun. Intinya IC Card ini mempermudah kita untuk bertransaksi. Ketika membeli kartu ini di mesin, kita akan dibantu oleh petugas yang selalu stand-by membantu para wisatawan ketika ada kesulitan, khususnya dalam hal kendala bahasa. Saat pertama kali membeli, diwajibkan untuk memasukkan uang minimal 1000 yen di mesin pembelian Pasmo dan sudah termasuk 500 yen deposit. Kita bisa membeli blank IC card tanpa nama atau IC card yang diregister menggunakan nama yang tercetak di kartu. Kami mengisi deposit awal 2000 yen dan memilih kartu yang menggunakan nama, siapa tahu ada rejeki bisa balik lagi ke Jepang. Amin. 😇 O iya...kartu ini berlaku sampai 10 tahun dari tanggal pembelian.

IC card : Pasmo

Tokyo Subway Pass
Selanjutnya saya menuju locker penjualan tiket subway. Secara umum transportasi andalan di kota Tokyo adalah kereta. Mau kemana pun bisa dijangkau dengan kereta. bus kota juga ada, tapi setelah mempelajari tempat - tempat yang akan dikunjungi, semuanya dapat dijangkau dengan menggunakan kereta. Ada banyak jenis transportation pass yang disediakan oleh pemerintah Jepang, tetapi untuk menentukan pass yang tepat untuk kita gunakan, kita harus membuat ittinerary secara jelas untuk tempat - tempat yang akan kita kunjungi.

Berdasarkan tempat - tempat yang akan kami kunjungi, hampir semuanya akan dilewati jalur yang dicover oleh Tokyo Subway. Tokyo Subway Pass tersedia dalam bentuk 24-hour (¥800), 48-hour (¥1200), dan 72-hour (¥1500). Schedule perjalanan yang kami buat, 4 hari kami akan explore Tokyo, sehingga kami membeli Tokyo Subway Ticket 72 hours seharga 1500 yen
  
Subway ticket 24 hours berarti efektif bisa dipakai selama 24 jam, jadi jika kita pertama kali pakai jam 08:00, maka kartu ini valid dan bisa dipakai terus hingga keesokan harinya jam 07:59. 

Karena bandara Haneda terletak di pinggiran kota Tokyo dan untuk menuju kota jalur yang dilewati merupakan merupakan private line yang tidak tercover oleh Tokyo Subway, sehingga ada tambahan biaya sebesar 400 yen, sehingga total harga tiket 1900 yen per orang. Pass ini hanya dapat digunakan oleh wisatawan karena untuk membelinya kita wajib menunjukkan passpor. 

Tokyo Subway Pass ini juga dapat digunakan sebagai kartu diskon atau mendapatkan free gift dari beberapa merchant tertentu.  ( visit : website Chika Toku )

Tokyo Subway Pass 72 hours
#LadiesTraveller

Sensasi Mendaki Via Ferrata di Gunung Parang Purwakarta

Via ferrata gunung Parang Purwakarta Yeah…hari ini Sabtu 7 Oktober 2017 kami akan mencoba memacu adrenalin di Purwakarta, tepat...